Blog

Kartu Kredit VS Buy Now Pay Later, lebih untung mana?

Apr 24 2022

Tren pembayaran kredit kini semakin digemari karena menawarkan begitu banyak kemudahan. Mulai dari layanan kartu kredit perbankan, hingga yang populer sekarang adalah penggunaan aplikasi buy now pay later. Dengan kedua layanan kredit tersebut, pengguna bisa berbelanja berbagai kebutuhan dan barang impian tanpa perlu mengeluarkan uang saat itu juga. Nah, berbicara tentang layanan kredit ini, ternyata banyak orang mengira aplikasi Buy Now Pay Later itu sama dengan kartu kredit konvensional. Padahal, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang wajib kamu pertimbangkan sebelum menggunakannya. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut.

Persamaan Kartu Kredit Dan Aplikasi BNPL

Persamaan utama kartu kredit dan aplikasi Buy Now Pay Later terletak pada jenis layanan yang ditawarkan, antara lain:

  • Sama – sama merupakan layanan kredit yang memungkinkan penggunanya untuk membeli berbagai jenis barang sekarang dan menunda pembayaran.
  • Sama – sama menawarkan fasilitas cicilan hingga beberapa bulan untuk membeli berbagai produk di merchant – merchant yang bekerjasama dengan penyedia layanan.
  • Sama – sama menerapkan denda keterlambatan jika pengguna terlambat membayar tagihan.
  • Sama – sama menyediakan promo menarik hasil kerjasama dengan merchant.

Perbedaan Kartu Kredit Dan Aplikasi BNPL

Meskipun terdapat persamaan, namun ternyata layanan kartu kredit dan aplikasi Buy Now Pay Later juga memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari penyedia, syarat pendaftaran, hingga beberapa ketentuan terkait biaya, suku bunga, limit kredit, dan lain lainnya. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Penyedia

Penyedia kartu kredit konvensional adalah lembaga perbankan. Sedangkan layanan buy now pay later disediakan oleh institusi non-bank yang bekerjasama dengan perusahaan teknologi finansial.

2. Biaya

Salah satu biaya yang dibebankan kartu kredit maupun aplikasi Buy Now Pay Later adalah denda keterlambatan. Sejak Juni 2021, Bank Indonesia mengatur denda keterlambatan kartu kredit yaitu 1% dari outstanding atau maksimal Rp 100.000. Sementara denda keterlambatan aplikasi Buy Now Pay Later berbeda – beda. Ada yang menerapkan persentase denda sebesar 0,1% per hari, Rp 2.000 per hari, hingga 3% dari total tagihan.

Selain itu, hampir semua kartu kredit menerapkan biaya tahunan mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tahun. Sementara aplikasi Buy Now Pay Later biasanya tidak membebankan biaya tahunan.

3. Suku Bunga

Suku bunga jasa kartu kredit telah diatur Bank Indonesia. Yang mana, per tanggal 1 Mei 2020 lalu, semua layanan kartu kredit harus menerapkan suku bunga maksimal sebesar 2% per bulan. Sementara layanan paylater tidak memiliki aturan tersebut. Sehingga suku bunga antar penyedia layanan Buy Now Pay Later berbeda – beda. Ada yang menerapkan suku bunga 2,14%, 2,5%, hingga 2,9% per bulan. Semakin tinggi suku bunganya, tentu semakin menambah berat beban tagihan bulanan. Untungnya, sekarang ada aplikasi Buy Now Pay Later yang tidak menyediakan fasilitas cicilan 0% alias tanpa bunga sama sekali, seperti yang ditawarkan Atome. Jadi, pengguna cukup membayar tagihan sesuai nominal transaksi.

4. Kriteria Kelayakan

Kartu kredit menerapkan credit score secara ketat untuk menilai apakah seorang nasabah layak mendapatkan layanan kredit atau tidak. Biasanya hal ini dilihat dari jenis pekerjaan, lamanya bekerja jumlah penghasilan per bulan, status pernikahan, dan lain lain. Umumnya, penyedia kartu kredit mensyaratkan minimal gaji nasabah yaitu Rp 3 juta per bulan. Karena itulah, syarat pengajuan kartu kredit harus melampirkan beberapa dokumen penting, seperti NPWP, slip gaji, dan lain sebagainya. Sedangkan aplikasi Buy Now Pay Later cenderung lebih fleksibel dan tidak menerapkan kriteria tersebut. Umumnya hanya mensyaratkan minimal usia 17 tahun dan telah memiliki KTP.

5. Limit Kredit

Limit atau batas pinjaman kartu kredit umumnya lebih besar daripada aplikasi Buy Now Pay Later. Namun, limit kartu kredit disesuaikan dengan penghasilan pemegang kartu. Biasanya berkisar mulai Rp 3 juta hingga ratusan juta rupiah. Sedangkan limit pay later cenderung lebih fleksibel dengan nominal yang berbeda – beda tiap layanan. Ada yang menerapkan limit ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

6. Tenor

Tenor atau lamanya cicilan kartu kredit biasanya cenderung lebih lama hingga 1-2 tahun. Sementara tenor aplikasi Buy Now Pay Later hanya berlangsung selama beberapa bulan.

7. Diskon

Baik kartu kredit maupun aplikasi Buy Now Pay Later sering memberikan diskon dan cashback khusus di beberapa merchant yang bekerjasama atau saat momen – momen tertentu. Namun, jasa kartu kredit memiliki diskon khusus yang jarang dimiliki aplikasi pay later, di antaranya:poin reward yang ditukarkan dengan produk dari merchant, fasilitas gratis airport lounge, dan lain lain.

8. Kemudahan Akses

Layanan Buy Now Pay Later jauh lebih mudah diakses daripada kartu kredit. Karena kamu cukup mengakses aplikasi berbasis smartphone untuk mendaftar dan menggunakan layanannya. Contohnya, jika menggunakan aplikasi Atome. Cukup pindai kode QR dengan smartphone di merchant – merchant yang telah bekerjasama, atau checkout menggunakan metode pembayaran Atome saat belanja online. Jadi, tidak perlu kartu fisik atau sejenisnya.

Beda halnya dengan kartu kredit yang masih mengandalkan kartu fisik untuk membayar berbagai kebutuhan. Cara pendaftarannya juga belum full online. Karena umumnya, penyedia kartu kredit mengharuskan calon nasabah mendaftar langsung ke kantor cabang dengan membawa sejumlah dokumen fisik.

9. Universal Acceptance By Merchant

Penggunaan kartu kredit dan aplikasi Buy Now Pay Later hanya bisa dilakukan di merchant – merchant yang telah bekerjasama. Umumnya, kartu kredit lebih banyak digunakan untuk transaksi langsung di merchant. Sementara aplikasi Buy Now Pay Later lebih banyak ditemui sebagai metode pembayaran online di e-commerce tertentu. Namun, layanan Buy Now Pay Later kini juga semakin luas dengan menggandeng lebih banyak merchant yang memiliki gerai offline.

Manakah Yang Harus Dipilih: Kartu Kredit Atau Aplikasi BNPL?

Setiap orang mempunyai kecenderungan yang berbeda untuk memilih antara Buy Now Pay Later atau kartu kredit. Namun, kamu bisa memilihnya secara mudah dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Sesuaikan Dengan Penghasilan

Jika kamu memiliki pekerjaan yang cukup stabil dengan penghasilan lumayan besar, maka tidak akan sulit untuk mendapatkan layanan kartu kredit. Sebaliknya, jika pekerjaan dan penghasilan kurang stabil, kamu bisa mendaftar aplikasi Buy Now Pay Later yang lebih praktis.

2. Sesuaikan Dengan Urgensi Kebutuhan

Jika kamu membutuhkan layanan kredit tercepat dengan cara pendaftaran yang mudah, maka aplikasi Buy Now Pay Later adalah solusinya. Sebab, pendaftaran kartu kredit cenderung memakan waktu lebih lama untuk menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan.

3. Pertimbangkan Tenor, Bunga, Dan Biaya Lainnya

Jika membutuhkan layanan kredit dengan tenor lebih lama, kamu bisa menggunakan layanan kartu kredit yang menawarkan tenor hingga 2 tahun. Namun, pertimbangkan juga besarnya bunga dan biaya tambahan lainnya. Pastikan memilih layanan yang paling menguntungkan.

4. Sesuaikan Dengan Kebiasaan Belanja

Jika kamu lebih sering berbelanja secara online, sebaiknya gunakan aplikasi Buy Now Pay Later yang bekerjasama dengan banyak e-commerce. Atau kamu juga bisa mempertimbangkan dari beberapa merchant favorit yang sering kamu tuju. Cari tahu merchant – merchant tersebut menyediakan metode pembayaran dengan Buy Now Pay Later atau kartu kredit.

Tidak perlu bingung memilih aplikasi Buy Now Pay Later atau kartu kredit. Karena kini sudah ada Atome yang menyediakan layanan buy now pay later lebih baik dari kartu kredit atau aplikasi lainnya. Dengan menggunakan Atome, kamu bisa mendapatkan fasilitas cicilan 0% hingga 3 atau 6 bulan, tanpa DP dan tanpa biaya admin lainnya. Bahkan, kamu berkesempatan mendapatkan voucher diskon eksklusif dari 5.000 lebih merchant yang bekerjasama dengan. Tentunya, belanja jadi lebih hemat dan menguntungkan. Jadi, kamu pilih yang mana?

Main keywords of the article: