Sering melakukan transaksi online? Yuk kenali modus Social Engineering!

by rwt

Apr 15 2024

Di era digital saat ini, kita sering berinteraksi dengan berbagai platform online untuk melakukan transaksi keuangan, mulai dari belanja online hingga transfer uang. Namun, ketika melakukan transaksi secara online, kita harus tetap waspada terhadap ancaman social engineering. Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang digunakan oleh penipu untuk mendapatkan informasi rahasia atau mengakses akun seseorang dengan cara yang tidak semestinya. Untuk melindungi diri dan keuangan mu, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang social engineering dan tetap berhati-hati selama transaksi online.

Ada banyak bentuk social engineering yang dapat digunakan oleh penipu untuk mencuri informasi pribadi atau melakukan penipuan finansial. Beberapa di antaranya termasuk:

  1. Phishing: Penipu mengirimkan email palsu atau pesan teks yang mengaku berasal dari lembaga keuangan atau perusahaan terkemuka untuk meminta informasi pribadi seperti nomor kartu kredit atau kata sandi.
  2. Vishing: Penipu menggunakan panggilan telepon untuk merayu korban mereka dengan menyamar sebagai petugas bank atau layanan pelanggan untuk mendapatkan informasi pribadi atau melakukan transfer uang.
  3. Smishing: Serupa dengan phishing, namun menggunakan pesan teks atau SMS palsu untuk meminta informasi pribadi atau mengarahkan korban untuk mengklik tautan berbahaya.
  4. Pretexting: Penipu membuat cerita palsu untuk meyakinkan korban agar memberikan informasi rahasia atau melakukan tindakan tertentu.

Tenang aja! Kamu bisa kok berhati-hati dan tetap waspada dengan modus social engineering dengan cara berikut:

  1. Pastikan keaslian sumber: Pastikan untuk selalu memverifikasi identitas pihak yang akan kamu gunakan untuk bertransaksi, terutama jika meminta informasi pribadi atau sensitif.
  2. Waspadai Tautan dan Lampiran: Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan, karena bisa saja mengandung malware atau phishing.
  3. Jaga Rahasia Informasi Pribadi: Jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti CVV, kata sandi, atau identitas pribadi melalui email, pesan teks, atau panggilan telepon yang tidak kamu lakukan.
  4. Aktifkan fitur Keamanan: Manfaatkan fitur keamanan seperti verifikasi dua faktor dan fitur keamanan lainnya yang disediakan oleh platform atau aplikasi transaksi online.
  5. Edukasi Diri Sendiri: Tingkatkan pengetahuan tentang teknik social engineering dan cara mengidentifikasi tanda-tanda penipuan online agar kamu dapat lebih waspada dan berhati-hati selama bertransaksi.

Dengan meningkatkan kesadaran tentang social engineering dan mengikuti tips tersebut, kamu dapat melindungi diri dan keuanganmu dari berbagai ancaman penipuan online selama transaksi. Pihak Atome tidak pernah meminta data pribadi, CVV, Kata sandi dan OTP. Pastikan kamu hanya menerima informasi dari channel resmi Atome. Jika ada kendala atau pertanyaan, segera hubungi Atome melalui aplikasi atau kunjungisupport@atome.id

Yuk selalu jaga diri dan waspada dengan berbagai bentuk social engineering!

PT Mega Shopintar Indonesia bekerja sama dengan PT Atome Finance Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

First Order up to 10% off
Copyright 2023 Atome. All rights reserved.
PT Atome Finance Indonesia
Treasury Tower Floor 16 Unit J Jl.
Jenderal Sudirman Kav 52-53 Lot 28,
Senayan, Kebayoran Baru, Kota Adm.
Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
PT Atome Finance Indonesia is licensed and supervised by Otoritas Jasa Keuangan.

Customer Service
PT Atome Finance Indonesia
Email: support@atome.id
Atome paylater: (021) 50251717
Atome card: (021) 50711722

Directorate General of Consumer Protection and Orderly Commerce
Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
Whatsapp Directorate General of PKTN: 0853 1111 1010