Blog

5 tips jalani Ramadan seru anti boros

Apr 11 2022

Tak terasa kita sudah menginjak beberapa hari di bulan Ramadan tahun ini. Apa kabar dompet Anda? Sudah bukan rahasia lagi kalau bulan Ramadan bukan hanya penuh berkah ibadah, tetapi juga menjadi bulan yang penuh  dengan kebutuhan belanja yang melimpah ruah, terutama untuk menjaga tradisi yang selama ini melekat. Mulai dari berburu takjil, memenuhi ajakan buka bersama, hingga membeli aneka snack dan pakaian baru di hari raya. Belum lagi dengan banyaknya promo menarik yang begitu menggiurkan. Tak terasa, checkout e-commerce pun menjadi kebiasaan. Apalagi, banyak harga kebutuhan yang naik bersamaan dan bikin saldo rekening menipis secara perlahan.

 

Padahal, jika kita ingat esensi bulan Ramadhan paling utama yaitu berpuasa. Artinya, kita dilatih bagaimana caranya menahan diri dari berbagai godaan. Selain menahan lapar dan mencegah diri berbuat dosa, seharusnya kita juga belajar menahan diri dari impulsive buying yang menyebabkan pemborosan. Biasakan smart spending agar keuangan tetap aman selama Ramadan hingga setelah Lebaran nanti. Ingat, setelah Ramadan pun masih banyak kebutuhan yang harus Anda penuhi bukan? Ikuti 5 tips berikut ini untuk mengisi Ramadan tetap seru tanpa harus menimbulkan pemborosan.

 

1. Memasak Hidangan Buka Dan Sahur Sendiri

 

Kebiasaan makan atau jajan di luar rumah adalah salah satu sumber pemborosan yang sering diabaikan. Mungkin Anda akan bergumam, “Ah, tidak apa – apa sesekali makan di luar”. Tapi lama – lama hal itu bisa menjadi kebiasaan. Apalagi, membeli makanan di luar memang lebih praktis dan rasanya pun biasanya lebih enak dari makanan buatan sendiri. Namun, Anda juga harus menanggungnya dengan mengeluarkan lebih banyak uang. Sesekali makan di luar boleh saja, tapi jangan menjadikannya kebiasaan setiap hari. Usahakan untuk masak hidangan sahur dan buka sendiri di rumah dengan menu sehat yang mudah dibuat. Selain menghemat pengeluaran, Anda juga bisa sekalian melatih skill memasak. Jangan ragu mencoba berbagai resep makanan berbeda agar masakan Anda tidak itu – itu saja.

 

2. Silaturahmi Sewajarnya

 

Anda pasti mendapat banyak sekali ajakan berbuka puasa dari keluarga, rekan kerja, hingga teman lama. Ada juga yang baru awal – awal puasa sudah merencanakan acara silaturahmi di hari raya nanti di venue – venue mewah. Menghadirinya untuk menjaga tali silaturahmi boleh saja, tapi tetap lakukan sewajarnya. Jangan sampai berlebihan hingga setiap hari buka bersama di tempat yang berbeda dengan rombongan berbeda. Apalagi, jika kegiatan buka bersama itu dilakukan di restoran atau tempat makan yang cukup menguras kantong. Pesan satu porsi makanan saja bisa – bisa bikin kantong Anda jadi jebol seketika. Alhasil, kebutuhan lainnya terpaksa ditunda dan harus ekstra hemat lagi. 

 

Padahal, buka puasa bersama bukanlah kegiatan yang harus Anda utamakan. Menjaga silaturahmi memang penting, namun Anda juga tak harus menghadiri semuanya secara berbarengan di bulan Ramadan tahun ini. Anda berhak menolak ajakan buka bersama yang memang kurang Anda minati. Bukannya bermaksud sombong atau tidak setia kawan, tapi sudah menjadi hak Anda untuk tetap memprioritaskan kebutuhan. Lebih baik hitung anggaran yang Anda miliki terlebih dahulu sebelum mengiyakan berbagai ajakan buka bersama. Pastikan dana yang Anda miliki cukup. Tidak hanya untuk membeli makanan di tempat berbuka yang dituju, tapi juga sebagai bekal untuk melengkapi kebutuhan di hari – hari berikutnya.

 

3. Berbelanja Lebih Awal

 

Setiap memasuki bulan Ramadan dan menjelang lebaran, banyak harga kebutuhan yang tiba – tiba naik. Mulai dari sembako, peralatan rumah tangga, hingga pakaian. Untuk mampu mengantisipasi kenaikan harga yang tidak wajar, sebaiknya belanja stok kebutuhan bulanan jauh – jauh hari sebelum lebaran. Termasuk untuk membeli aneka kue dan makanan ringan untuk hidangan di hari raya nanti. Lebih baik beli lebih dahulu sebelum stoknya menipis dan harganya naik tajam. Tak harus belanja secara langsung! Nikmati kemudahan berbelanja secara online di berbagai marketplace dan e-commerce terpercaya.

 

Jangan lupa juga untuk aktif mencari diskon dan promo menarik lainnya agar total belanja Anda bisa jadi jauh lebih hemat. Pilih store – store terbaik yang menawarkan produk berkualitas dengan harga wajar. Jika perlu, lakukan riset harga dari toko ke toko terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli barang tertentu. Anda juga bisa mendaftar kartu member atau menggunakan voucher dan kode promo lainnya untuk mendapatkan potongan harga yang menguntungkan. Apalagi jika toko tersebut juga mengadakan program promo berhadiah yang pastinya bisa membuat Anda semakin happy.

 

5. Belanjalah Dengan Atome

 

Beberapa kebutuhan penting memang tidak bisa ditunda – tunda lagi. Selain takut stoknya habis, bisa – bisa harga barang tersebut justru naik di kemudian hari. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa banyak harga kebutuhan naik menjelang lebaran. Makanya, lebih baik segera memenuhi kebutuhan sekarang dan tidak menundanya lagi. Tapi, bagaimana jika belum punya dana yang cukup? Apalagi, THR belum cair dan belum tentu mendapatkannya di tahun ini. Padahal, banyak orang yang mengandalkan THR untuk memenuhi banyaknya kebutuhan selama Ramadan. 

 

Tidak perlu khawatir lagi! Karena sekarang sudah ada layanan pay later dari Atome, yang memungkinkan Anda untuk berbelanja berbagai kebutuhan sekarang dan bayar nanti dengan sistem cicilan. Fasilitas cicilannya pun sangat memudahkan. Anda bisa membayar tagihan dengan tenor cicilan hingga 3 atau 6 bulan tanpa bunga, DP, dan biaya admin lainnya. Cukup bayar tagihan sesuai nominal transaksi, seperti mendapatkan pinjaman dari sahabat sendiri. Menarik sekali bukan? Jadi, Anda tak perlu menunda belanja lagi, karena kini Anda bisa menggunakan Atome sebagai solusi semua pembayaran.

 

5. Sisihkan Untuk Membayar Zakat Fitrah

 

Ingat, salah satu kewajiban muslim di bulan Ramadan bukan hanya puasa, tapi juga melaksanakan zakat fitrah bagi yang mampu. Jangan sampai kegiatan yang hukumnya wajib ini justru Anda lupakan. Meskipun waktu pembayaran zakat biasanya akhir Ramadan, lebih baik sisihkan uang di awal untuk membayar zakat fitrah sekeluarga. Jadi, Anda tidak akan keteteran saat waktunya membayar zakat fitrah. Hal ini juga menjadi pengingat yang baik agar Anda bisa lebih fokus beribadah sejak awal. Jangan terlambat, apalagi sampai terlewat melaksanakannya. Karena ibadah yang satu ini hanya ada di bulan Ramadan dan Anda harus menunggu satu tahun lagi untuk bisa membayar zakat fitrah.

 

Tak perlu takut kantong jebol saking banyaknya kebutuhan belanja di bulan Ramadan tahun ini. Lakukan smart spending yang efektif dengan menerapkan 5 tips di atas. Gunakan Atome untuk memudahkan Anda menganalisa keuangan dan mengontrol pengeluaran bulanan. Selain mendapatkan fasilitas cicilan 0% hingga 3 atau 6 bulan, Anda juga bisa menikmati berbagai voucher diskon eksklusif di 5.000 lebih merchant. Tentunya Anda bisa belanja jauh lebih hemat dan menguntungkan. Anda juga berkesempatan mendapatkan total hadiah ratusan juta rupiah dengan mengikuti program referral dan promo menarik lainnya dari Atome. Makanya, download dan gunakan Atome sekarang untuk merasakan banyak manfaatnya. Ikuti juga semua media sosial Atome untuk update info promo terbaru.

 

Buat Anda yang sedang kebingungan mencari rencana berbuka puasa, PT Atome Finance Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Minimalist Mom akan mengadakan diskusi kolaborasi dengan topik “A Talks: Uang THR Langsung Habis? Jangan Dong!”. Anda akan mendapatkan banyak insight menarik seputar pengelolaan THR dari Aliyah Natasha (Financial Planner) dan Suci Utami (Content Creator)! Kegiatan ini juga akan dimoderatori oleh Christopher Tobing, Program Director Big Change Agency Indonesia.

 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari dan tanggal: Rabu, 13 April 2022

Pukul: 16.00 – 17.30 WIB

 

Silahkan klik link berikut https://bit.ly/AtomeWebinar untuk mendaftar pada diskusi kolaborasi kali ini! Link Zoom akan dikirimkan via email setelah Anda melakukan registrasi pada link tersebut. Sampai jumpa!

 

Materi ini dibuat atau dikeluarkan oleh PT AFI

 

Main keywords of the article: