Blog

Menengok perkembangan e-commerce di Indonesia

Feb 21 2022

Perkembangan dunia digital saat ini sangatlah pesat, bahkan kemajuan di setiap tahunnya tidak bisa dihindarkan dari dunia online. Hal ini sangat mempengaruhi semua, sektor termasuk dunia usaha dan sektor ekonomi. Salah satunya sektor usaha yang berbasis digital adalah e-commerce.

Kata e-commerce sejatinya berasal dari bahasa Inggris, yaitu electronic commerce atau perdagangan elektronik. Dan sebagaimana perdagangan yang dilakukan secara langsung atau face to face, e-commerce juga meliputi proses promosi, pembelian, dan pemasaran produk. Yang berbeda hanyalah pada pada sistem yang digunakan, yaitu melalui media elektronik atau internet. Di dalam sebuah perdagangan e-comerce, seluruh proses mulai dari proses pemesanan produk, pertukaran data, hingga transfer dana dilakukan secara elektronik.

E-commerce bisa dibilang adalah sebuah layanan internet yang berfungsi sebagai proses jual – beli suatu produk. Jika umumnya proses jual – beli dilakukan secara offline baik di pasar, toko, atau warung, dan bertemu secara langsung, kini dengan kemajuan zaman, proses jual – beli dilakukan secara online, di mana penjual dan pembeli tidak perlu repot – repot harus bertemu satu sama lain, tetapi tetap bisa melangsungkan transaksi melalui layanan internet atau komunikasi lewat telepon. Hal ini membuat sektor usaha yang ingin bersaing di ekonomi digital harus berpikir kreatif bagaimana caranya agar produk mereka tetap laris di pasaran dan dikenal di dunia digital. 

Bisnis e-commerce di Indonesia pun semakin meningkat tajam dengan adanya pandemi sejak awal tahun 2020. Bisnis dagang berbasis online ini tumbuh sekitar 33 persen di tahun 2020 dengan nilai yang fantastis, dari yang di kisaran Rp 253 triliun menanjak pesat menjadi di kisaran Rp 337 triliun. Laporan khusus yang pernah dirilis Google, Temasek, dan Bain Company pada Oktober 2020 menyatakan waktu yang disediakan orang untuk masuk ke platform e-commerce meningkat, dari yang mulanya hanya 3,7 jam/hari naik menjadi 4,7 jam/hari saat terjadi lockdown dan menurun menjadi 4,2 jam/hari setelah lockdown berakhir. Dari pernyataan Google dan lainnya, Bank Indonesia berani memproyeksikan transaksi e-commerce akan mengalami kenaikan setiap tahunnya selama masa – masa pandemi belum berakhir.

Meningkatnya jumlah transaksi digital lewat e-commerce juga tidak lepas dari peran pemerintah yang ikut mendorong dunia digital ke masyarakat, dan terus mengakselarasi perkembangan digital banking.

Dengan perkembangan saat ini, banyak plus minus yang harus kita ketahui, apalagi dengan bermunculannya toko – toko online yang jumlahnya bisa ribuan, bahkan jutaan. Kita harus tetap waspada dengan dunia digital, karena banyak pihak yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan pribadi melalui penipuan. Awal mula munculnya toko online fiktif sekitar tahun 2010 – 2011 melalui website atau media sosial. Mereka menggunakan modus penipuan meminta transfer 50% di awal dan berjanji akan mengirimkan produk yang dipesan konsumen. Lalu keesokan harinya sang penipu meminta pelunasan penjualan produknya sebesar 50% dengan alasan terkendala di bea cukai atau administrasi dan berjanji akan segera mengirimkan produknya. Namun setelah pelunasan produk terjadi, sang penipu langsung menonaktifkan nomor ponsel yang dipakai untuk bertransaksi dengan pembeli. Banyaknya kasus yang terlapor seperti ini membuat pemerintah mengeluarkan aturan mengenai toko online. Tapi tidak semua toko online jahat seperti itu, banyak juga toko online yang memang benar – benar berniat untuk berjualan barang secara jujur, kitalah yang harus lebih berhati – hati dalam bertindak karena kesempatan terjadi adanya kelengahan dari pihak kita.

Perkembangan dunia e-commerce di Indonesia tentunya disebabkan oleh beberapa faktor yang mendasari perkembangannya secara signifikan, seperti pesatnya pertumbuhan penduduk, sampai berkembangnya dunia teknologi di era digital. Nah, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan e-commerce di Indonesia, seperti :

  • Meningkatnya Pertumbuhan Penduduk

Meningkatnya pertumbuhan penduduk menjadi faktor terbesar pengguna e-commerce di Indonesia pada saat ini. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi perubahan aktivitas belanja offline menjadi online di e-commerce.

  • Meningkatnya Pengguna Smartphone

Majunya industri ponsel pintar di Indonesia juga membuat semua orang bisa mendapatkan smartphone dengan mudah dan mengakses dengan menggunakan layanan internet yang tersedia. Hal ini dibuktikan dengan data 89% dari total penduduk Indonesia telah menggunakan ponsel pintar sejak tahun 2020 lalu. Meningkatnya pengguna smartphone di Indonesia didasari karena kebutuhan saat pandemi yang mengharuskan anak untuk sekolah online dan memiliki perangkat pendukung belajar online, seperti smartphone dan laptop.

  • Meningkatnya Pengguna Internet

Berkembangnya pengguna smartphone yang meningkat membuat jumlah pengguna internet juga meningkat dengan pesat. Secara data ada 70% pengguna internet di Indonesia yang menggunakan smartphone untuk menjelajah internet. Hal ini berpengaruh juga dalam melakukan transaksi online di marketplace, karena pengguna smartphone lebih mendominasi sekitar 75% dibanding pengguna laptop atau PC.

  • Meningkatnya Pengguna Sosial Media

Transaksi barang di e-commerce dipengaruhi oleh strategi marketing di media sosial. Oleh sebab itu, peningkatan pengguna media sosial di Indonesia sangat berpengaruh besar dalam laju perkembangan e-commerce di Indonesia. Dari data M-target menyatakan, pengguna media sosial Facebook di Indonesia telah mencapai 122 jutaan orang dan Indonesia juga menduduki peringkat keempat terbesar pengguna Instagram di dunia. Perkembangan influencer di Indonesia juga menjadi faktor pendukung pengguna media sosial melakukan transaksi di e-commerce.

  • Berkembangnya Perusahaan Teknologi Finansial

Faktor yang juga mempengaruhi pesatnya angka pertumbuhan di e-commerce Indonesia adalah teknologi finansial. Tercatat pada tahun 2018 sekitar 66% masyarakat Indonesia belum memiliki rekening bank. Seiring banyaknya e-commerce bermunculan, pengguna rekening bank dan cashless meningkat. Data dari Bank Indonesia, pada tahun 2020, total transaksi cashless meningkat dari Rp 47,19 triliun menjadi Rp 125,95 triliun.

Terbukti perkembangan penggunaan uang elektronik mampu mendukung laju pertumbuhan dunia digital di Indonesia. Pembayaran e-money dan pay later mempermudah Sebagian besar masyarakat Indonesia dalam berbelanja online.

Itulah informasi mengenai perkembangan e-commerce di Indonesia. Pasti kamu saat ini kamu juga sudah jarang membeli apa – apa di offline setelah merasakan kemudahan dan promo belanja online di e-commerce. Persaingan dunia digital juga membuat toko online melakukan banyak sekali peningkatan strategi marketing agar e-commerce-nya selalu dikenal, bisa bersaing, dan selalu digunakan oleh masyarakat dalam bertransaksi online.

Dapatkan beragam keperluan kamu di e-commerce pilihan yang telah bekerjasama dengan Atome seperti Belani, Tokolaris.id, dan Dinomarket untuk mendapatkan promo dan penawaran yang fantastis setiap waktunya. Kamu bisa mendapatkan aplikasi Atome di link berikut ini. Dan jangan lewatkan juga potongan up to Rp 100.000 pada Weekend Deals di bulan Februari 20222 ini setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, di merchant – merchant seperti Eiger, Bellagio, Gosh, Caption Home, Star, Gramedia, Buccheri, Rotelli, Scandia, dan juga Aldo.

Kamu hanya perlu berbelanja dengan minimal pembelanjaan senilai Rp 400.000 dan bisa mendapatkan potongan sampai dengan Rp 100.000, tentunya sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku. Jadi, tunggu apalagi? Jangan sampai kamu kelewatan menikmati segenap promo yang diberikan Atome dan ribuan merchant yang telah bekerjasama dengan Atome.

Main keywords of the article: