Tips layering pakaian musim dingin yang bikin hangat tubuhmu

Menghangatkan tubuh saat cuaca dingin tidak cukup hanya dengan memakai pakaian tebal. Apalagi jika kamu berencana untuk melewati musim dingin di luar negeri. Butuh beberapa lapis pakaian untuk memastikan semua bagian tubuh terlindungi dan terbebas dari udara dingin yang menusuk. Cara berpakaian ini dinamakan dengan teknik layering atau menumpuk beberapa helai pakaian menjadi satu. Eits, tapi jangan asal menumpuk beberapa pakaian ya! Ikuti trik layering yang tepat agar kamu bisa merasakan kehangatan ekstra dan tetap bisa tampil gaya. Sedikitnya ada tiga metode layering paling dasar yang harus kamu terapkan, yaitu base layer, middle layer, dan outer layer. Apa saja masing – masing perbedaannya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Base Layer Atau Underwear Layer (Lapisan Pakaian Dalam)

Sesuai namanya, tempat lapisan ini berada di paling dalam atau yang pertama kali dipakai menyentuh kulit. Umumnya, hanya dibutuhkan satu lapis pakaian dalam saat cuaca panas atau suhu normal. Tapi saat cuaca terlampau dingin, ada beberapa item pakaian yang perlu kamu pakai, yaitu:

a. Pakaian Dalam Termal Atau Long John

Di lapisan pertama, gunakan long john atau pakaian dalam berbahan kain termal yang efektif menyerap cairan dari tubuh. Hindari memakai pakaian dalam berbahan katun bersentuhan langsung dengan kulit, karena katun dapat menyimpan cairan yang justru membuatmu semakin mudah kedinginan.

b. Kaus

Jika tidak punya long john, pakailah celana dalam pria atau wanita biasa yang terbuat dari bahan selain katun. Lalu, lapisi tubuh dengan kaus yang mampu menyerap cairan, sehingga tubuh tetap kering. Utamakan juga untuk memilih material kaus anti-air alami, seperti wol merino.

c. Stoking Atau Legging

Sebelum langsung memakai rok atau celana sebagai bawahan, sebaiknya kenakan stoking, legging, atau celana lainnya yang berbahan tipis. Tujuannya untuk menambah kehangatan bagian kaki hingga selangkangan.

d. Kaus Kaki Tebal Dan Panjang

Memakai stokingatau legging masih belum cukup untuk menajaga kaki tetap hangat. Pakai juga kaus kaki berbahan tebal untuk memberikan kehangatan ekstra pada telapak kaki yang mudah dingin. Sebagai rekomendasi, pilih kaus kaki berbahan wol dan berukuran panjang agar tidak ada udara dingin yang masuk ke dalam tubuh. Jika satu lapis kaus kaki  masih kurang hangat, maka tak ada salahnya memakai 2 lapis kaus kaki sekaligus.

2. Middle Layer (Lapisan Pakaian Tengah)

Lanjut ke lapisan pakaian berikutnya, yaitu pakaian tengah atau yang biasa disebut juga dengan istilah insulating layer. Jika disamakan dengan pakaian sehari – hari, lapisan pakaian tengah ini sama dengan pakaian utama, seperti kaus, kemeja, atau dress. Tapi karena tujuannya untuk menghalau udara dingin, pilih pakaian utama yang dapat menghangatkan tubuh, seperti sweater, jumper, atau kemeja flanel. Kamu juga bisa mengenakan beberapa lapis pakaian tengah untuk menambah kehangatan ekstra. Berikut jenis – jenis pakaian yang bisa kamu aplikasikan di lapisan tengah.

a. Baju Yang Mudah Dilepas

Lapisi pakaian dalam dengan pakaian tengah yang mudah dilepas, seperti kemeja berkancing atau kaus yang mudah ditarik dari kepala. Kamu bisa memakai kemeja flanel, kemeja katun oversized, atau sweatshirt yang mudah dilepas.

b. Pakaian Hangat

Satu lapis baju tentu masih kurang, apalagi jika kamu memakai kemeja berbahan katun. Jadi, lapisi kembali dengan baju yang lebih tebal dan hangat. Misalnya, sweater berbahan wol, fleece, atau flanel. Selain menghangatkan, bahan tersebut juga dapat mengalirkan udara dengan baik, sehingga kamu tidak akan kepanasan.

c. Celana Berbahan Tebal

Setelah pakaian atas beres, sekarang waktunya memakai bawahan yang tepat. Pilih celana berbahan tebal, seperti denim atau korduroi, dan akan lebih baik lagi jika celana tersebut dilapisi kain termal. Hindari memakai celana dari material ringan, seperti nilon, karena kurang efektif dalam memberikan kehangatan.

d. Sweater Kardigan

Jenis pakaian ini bisa menjadi pilihan yang bagus untuk dipakai ke sekolah atau tempat kerja. Tentu kamu kurang nyaman memakai jaket tebal di dalam ruangan selama seharian. Jadi, pakai sweater kardigan sebagai penggantinya. Pastikan memilih sweater yang mampu menghangatkan dan mudah dilepas.

e. Dress Outer

Dress ini sebagai opsi jika kamu ingin tampil lebih manis dan feminin. Pilih dress sweater yang hangat atau dress tanpa lengan yang dipakai di atas sweater lengan panjang. Kamu juga bisa mencari tampilan dress bermotif yang tampak cantik dan menambah gaya.

3. Outer Layer (Lapisan Pakaian Terluar)

Setelah memakai beberapa lapis pakaian dalam dan tengah, sebenarnya tubuhmu sudah cukup hangat dan terlindungi dari udara dingin. Akan tetapi, masih dibutuhkan satu lapis lagi di bagian terluar untuk menambah kehangatan sekaligus melindungi tubuh dari angin dan hujan. Outer layer ini biasanya juga disebut dengan istilah shell layer. Kamu bisa mengisinya dengan beberapa item pakaian dan aksesori berikut ini.

a. Jaket Musim Dingin

Jaket atau coat adalah item pakaian wajib saat musim dingin, terutama ketika kamu ke luar rumah dan turun salju. Pilihlah jaket musim dingin pria atau wanita yang terbuat dari bahan tebal, serta dilengkapi fitur windbreaker dan waterproof. Dengan begitu, kamu akan terlindungi dari terpaan angin dan hujan. Untuk modelnya bebas, tinggal sesuaikan dengan selera dan kenyamanan. Mulai dari jaket parka, puffer, hingga jaket musim dingin Korea.

b. Topi Musim Dingin

Bagian rambut dan kepala juga butuh perlindungan khusus agar tetap nyaman dan hangat, yaitu dengan memakai topi. Umumnya, banyak orang memilih beanie hat yang ditarik ke bawah hingga menutupi telinga. Tapi kamu juga bisa memakai jenis topi lainnya, seperti topi baret, fedora, atau baseball yang dibuat dari wol atau rajutan tebal.

c. Sarung Tangan

Meskipun sudah memakai winter jacket atau winter coats berlengan panjang, kamu tetap membutuhkan sarung tangan untuk menjaga kehangatan telapak tangan. Pilih sarung tangan berbahan berbahan kulit, wol, kasmir, atau kain rajut.

d. Sepatu Musim Dingin

Saat pergi ke luar rumah, jangan lupa juga untuk memakai sepatu khusus musim dingin. Biasanya berupa sepatu boot yang dirancang dengan fitur anti-air, sehingga mencegah masuknya air ke dalam kaki. Pilih juga yang dilengkapi sol anti-selip agar kamu tetap aman dan nyaman selama memakainya.

d. Syal

Menambahkan syal di bagian leher juga bisa menjadi opsi yang bagus untuk menjaga tubuh tetap terasa hangat. Pilih yang terbuat dari kain rajut, wol, atau tweed. Lalu lilitkan ke leher sewajarnya. Jangan terlalu kencang agar tidak terasa sesak.

Bingung mengemas semua pakaian di atas? Ikuti cara packing koper yang benar dan hemat ruang di sini.

Belanja Pakaian Musim Dingin Terlengkap Di Zalora Menggunakan Atome

Tips berpakaian layering di atas bisa kamu terapkan ketika liburan di musim dingin atau sekadar menghalau kedinginan di saat sedang menghadapi cuaca ekstrem. Jangan lupa siapkan dulu daftar pakaiannya di tiap lapisan. Mulai dari pakaian dalam, tengah, dan terluar. Semuanya bisa kamu dapatkan dengan berbelanja di Zalora, e-commerce yang menyediakan kebutuhan fashion terlengkap dari berbagai brand ternama. Pilih metode pembayaran Atome saat online checkout untuk menikmati fasilitas cicilan 0% dengan tenor 1 hingga 12 bulan. Tak seperti layanan kredit pada umumnya, pengajuan cicilan Atome sangatlah mudah dan praktis. Cukup download aplikasi Atome, lalu daftar menggunakan KTP dan nomor HP. Nantinya kamu bisa langsung gunakan transaksi di 7.700 lebih toko online dan offline. Tunggu apalagi?

Main keywords of the article:

Diskon hingga 10% untuk transaksi pertama
Copyright 2023 Atome. All rights reserved.
PT Atome Finance Indonesia
Treasury Tower Lantai 16 Unit J
Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53
Lot 28, Senayan, Kebayoran Baru,
Kota Adm. Jakarta Selatan, DKI
Jakarta, 12190
PT Atome Finance Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Atome Finance Indonesia
Email: support@atome.id
Atome paylater: (021) 50251717
Atome card: (021) 50711722

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853 1111 1010